My Sponsor

Open Directory Project at dmoz.org < Traffic Exchange with 160,000+ members banner ads

My Sponsor

Friday, December 04, 2009

HEPATOPROTEKTOR


HATI merupakan organ terbesar di dalam tubuh, memiliki berat 1500 g pada manusia dewasa normal yang diperkirakan sekitar 2,5 % dari berat badan. Terletak di bawah tulang iga, dalam rongga perut sebelah kanan.

Hati terdiri atas beberapa belahan (lobus). Masing-masing lobus dibentuk oleh ratusan ribu lobulus yang berbentuk heksagonal. Tiap lobulus dilapisi oleh jaringan ikat interlobular yang disebut kapsula Glisson. Pada bagian tengah lobulus hati terdapat vena sentralis, pita-pita sel hati yang bercabang atau berantomosis tersusun radier terhadap vena sentralis. Diantara pita-pita sel hati terdapat sinusoid-sinusoid darah yang tampak seperti celah-celah atau rongga. Pada dinding sinusoid terdapat sel kapiler yang tergolong sebagai makrofage/sel kupfer. Sel kupfer adalah sistem sistem monosit –makrofag, yang fungsi utamanya adalah menelan bakteri dan benda asing lain dalam darah Sudut antara lobuli-lobuli yang bersebelahan disebut segitiga Kiernann yang berisi saluran porta, yaitu arteri, vena dan saluran empedu interlobular.





Sel hati (hepatosit) berbentuk polyhedral, berinti satu (75%) atau dua (25%). Sitoplasma mengandung banyak butir glikogen. Sel-sel inilah yang menghasilkan empedu. Untuk sementara empedu disimpan dalam kandung empedu(vesika fellea), disini empedu tersebut menjadi kental karena airnya diserap kembali oleh dinding kandung empedu. Empedu yang dibentuk di hepatosit diekskresi kedalam kanikuli yang bersatu membentuk saluran empedu yg makin lama makin besar hingga menhadi sal empedu besar (duktus koledokus).


Hormon kholesistokinin mengatur pengeluaran empedu ke usus halus. Oleh ductus sistikus empedu disalurkan ke duktus kholedokhus yang bermuara di duodenum, dan di tempat tersebut terjadi pengemulsian lemak. Kandung empedu berkembang pada kebanyakan vertebrata Manusia masih dapat hidup selama bertahun-tahun setelah kandung empedunya dibuang melalui pembedahan dengan syarat harus menghindari lemak dalam dietnya.

Hati mempunyai fungsi yang sangat banyak, sehingga hati merupakan organ tubuh yang sangat penting dalam menunjang kesehatan dan kehidupan. Berbagai fungsi penting dari hati adalah sebagai berikut :

* Detoksifikasi zat-zat toksis, yaitu menyaring segala macam zat yang masuk kedalam tubuh menetralkan dan membuangnya ke luar tubuh. Fungsi detoksikasi sangat penting dan dilakukan oleh enzim-enzim hati melalui oksidasi, reduksi, hidrolisis atau konyugasi zat berbahaya, dan mengubahnya menjadi zat yang secara fisiolodia tidak aktif.

* Mengahasilkan empedu (sebagai kelenjar eksokrin) yang terkumpul dalam kandung empedu, Empedu tdd air 97%, elektrolit, garam empedu, fosfolipid (terutam alesitin), kolesterol, pigmen empedu (terutama bilirubin terkonjugasi). Garam empedu penting utntuk pencernaan dan absorbsi lemak dalam usus halus. Setelah diolah bakteri usus halus, maka sebagian garam empedu akan direabsorbsi di ileus , megalami resirkulasi ke hati, serta kembali dikonjungasi dan diskeresi.
* Menyimpan lemak dan glikogen serta albumin, Hati berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
* Mensintesis protein plasma darah, fungsi metabolisme hati yg lain adalah metabolisme lemak; penyimpanan vitamain, besi dan tembaga; konyugasi dan ekskresi steroid adrenal dan gonad, serta detoksikasi zat endogen dan eksogen.
* Merombak eritrosit yang rusak.
* Eliminasi asam amino menjadi urea, menyimpan vitamin A dan B dan berperan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak.
* Menghasilkan suatu hormone.

Hati berperan dalam hampir setiap fungsi metabolic tubuh. Hati memiliki kapasitas cadangan yg besar, hanya dengan 10-20% jaringan yg berfungsi, hati masih dapat mempertahankan kehidupan. Destruksi total atau pembuangan hati menyebabkan kematian dalam 10jam. Kemampuan regenerasi hati sangat mengagumkan.

Penyakit Hati

1. Hepatitis (radang hati)

ditimbulkan oleh :

* Infeksi virus-virus hepatitis
* Infeksi demam kuning yang menyumbat saluran empedu
* Zat-zat kimia atau obat-obat tertentu dan terlalu banyak alkohol.

Karena banyaknya penyebab tersebut sehingga dikenal Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. hepatitis B dan C dianggap paling berbahaya karena menimbulkan kerusakan hati tetap.

Gejala hepatitis : kulit dan putih mata menjadi kuning, karena zat warna empedu (bilirubin) tidak diuraikan lagi olah hati dan dikeluarkan ke dalam darah, gangguan lambung, nyeri otot, yeri perut dll. Tinja hilang warna dan kemih berwarna gelap.

* Hepatitis A virus/HAV : inspeksi sembuh sendiri (spontan) dengan istirahat dan pengaturan diet (tanpa lemak) dalam waktu 4-8 minggu.
* HBV : prevensi dapat dilakukan dengan vaksinasi (HB vax) terbuat dari antigen-permukaan HBV rekombinan). Vaksin memberikan perlindungan sampai beberapa tahun. Pengobatan dengan antiviral Lamivudindan Alfa interperon

HBC : berlangsung lambat tanpa gejala, penularan sama seperti HIV. Pengobatan derngan Alfa interperon

1. 2. Sirosis Hati

Sirosis adalah penyakit hati kronik yang ditandai oleh distorsi arsitektur hari yang normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodula-nodula regenerasi sel hati, yg tidak berkaitan dengan vaskulatur normal. Nodula ini dapat mengecil (mmikronodular) atau membesar (makro nodular). Sirosis mengganggu sirkualsi enterohepatik darah, dan pada kasus yg lanjut, menyebabkan kegagalan fungsi hati.

Sirosis hati dapat terjadi karena virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan, karena alkohol, salah gizi, atau karena penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu. Sirosis tidak dapat disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi (seperti muntah dan berak darah, asites/perut membesar, mata kuning serta koma hepatikum.

1. 3. Kanker Hati

Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.

1. 4. Perlemakan Hati

Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5 % dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengkonsumsi alkohol berlebih disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), maupun bukan karena alkohol disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis)

1. 5. Kolestasis

Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan /atau pengeluaran empedu. Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati. Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita terlihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan faeces lebih terang.

1. 6. Ikterus

Penimbunan pigmen empedu dalam tubuh menyebabkan warna kuning pada jaringan yang dikenal sebagai ikteris. Ikterus dideteksi pada sklera (bagina mata yg putih), kulit atau kemih yang menjadi gelap bila bilirubih mencapai 2 sampai 3 mg / 100 ml. Bilirubin serum normal adalah 0,2 sampai 0,9/100 ml. jaringan yang kaya elastinm seperti sklera dan permukaan bawah lidah, biasanya pertama kali menjadi kuning.

1. 7. Hemokromatosis

Hemochromatosis merupakan kelainan metabolisme besi yang ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan di dalam jaringan. Penyakit ini bersifat genetik/keturunan



Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

 

c o n t r a c e p t i v e Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009